15 Haziran 2012 Cuma

Roger Garaudy Muslim Philosopher Meninggal Dunia


Mehmet Özay                                                                                                                  14 Juni 2012

Roger Garaudy adalah seorang pemikir  terkuat yang pernah hidup pada abad ke 20. Jika kita tidak mengenal siapakah Roger Garaudy maka itu bukanlah kesalahannya melainkan kesalahan kita. Tampaknya Karena beliau adalah seorang Perancis dan bukan dari Inggris, namanya tidak diketahui dalam Arkeopologi Melayu. Ditambah lagi sosok Roger sendiri jauh berbeda dari figur seorang Cat Steven atau Yusuf Islam yang menarik muslim and non muslim melalui lagu lagu religi setelah keislamannya.  Roger Garaudy merupakan seorang philosopher yang mewakili philosofi Perancis Klasik sepanjang masa hidupnya. Beliau utarakan tentang konsep tetapi tidak dalam konteks praktikal atau pragmatik akan tetapi lebih kepada abstrak. Oleh karena itu tidak mengherankan jika sulit untuk memahami seorang Roger. Lagi lagi itu bukan kesalahannya melainkan kesalahan kita sendiri.  

Dia juga merupakan salah satu penggagas teori politik kiri Perancis dan menjadi pioneer ideologi bagi golongan penganut kiri. Namun sebagaimana semua ideologi, golongan mainstream kiri Perancis pada akhirnya tidak menghiraukan kritik-kritiknya dikarenakan ia kerap kali mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang berkembang dalam dirinya sendiri. Setelah proses konflik idea tersebut, secara sadar beliau memeluk Islam pada tahun 1980-an. Beliau telah melahirkan 60 karya yang diantaranya telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa di dunia dan artikel artikel yang tak terhitung banyaknya. Salah satu bukunya yang paling berpengaruh adalah “The Founding Myths of Modern Israel” (Azas Mitos Modern Israel) dan “The Mosque: The Mirror of Islam” (Mesjid: Cermin Islam).

Sebagaimana yang kita ketahui, masyarakat Aceh sangat familiar dengan sufisme.  Salah satu pemikiran Roger tentang sufi adalah beliau menekankan bahwa kemistikan  dalam perspektif Islam tidak bisa dibandingkan dengan kemistikan  timur seperti Buddha dan konfusius atau kemistikan barat seperti kristian. Pada dasarnya, Beliau jauh berbeda dari mereka yang mempromosikan jalaluddin al Rumi sebagai simbol sufi yang dapat dengan mudah disaksikan di timur dan barat. Dia pada hakikatnya berada satu generasi dengan Aliya Izzatbegovic, al-marhum pemimpim agung Bosnia.

Setelah menganut islam, beliau di asingkan dan didiskriminasi oleh media-media barat yang bernaung dibawah kekuatan yang dikawal oleh monopoly Kristen dan Yahudi. Mereka menolak mempublikasikan karya-karyanya. Beberapa muslim mengakui Yusuf Islam sebagai Ahli Fiqh tetapi sangat disayangkan, mereka  mengabaikan eksistensi Roger Garaudy. Namun pintu pengetahun tidak pernah tertutup. Kita bias mencoba memahami beliau melalui artikelnya “Why did I Become Muslim (Mengapa Saya Menganut Islam)”.

Pada tanggal 13 Juni yang lalu, beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir dalan usia 99 tahun. Innalillah wa innailaihi rajiun. May Allah blessed him.

Hiç yorum yok:

Yorum Gönder